Hukum Ohm

,

, dan

sebagai komponen parameter dalam Hukum Ohm
Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar
arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar
penghantar selalu berbanding lurus dengan
beda potensial yang diterapkan kepadanya.
[1][2] Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai
resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya.
[1]
Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis
penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.
[1]
Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:
[3][4]
RUMUS
- V= I.R
Dimana :
Hukum ini dicetuskan oleh
George Simon Ohm, seorang
fisikawan dari
Jerman pada tahun
1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul
The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun
1827.
[5]
Pengertian Tegangan
Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan
potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan
dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan
listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik.
Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat
dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.
V= I .R
Satuan SI untuk Tegangan adalah volt (V).
Pengertian Arus
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan
waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar
listrik lainnya.
I = Q/T
Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran
muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu
dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang
sebaliknya.
Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).
Tenaga listrik
Tenaga listrik adalah tingkat di mana energi listrik ditransfer oleh rangkaian listrik. SI satuan daya adalah watt , satu joule per detik.
Pengertian Resistor
Resistor adalah elemen dari jaringan listrik dan sirkuit elektronik dan
di mana-mana di sebagian besar peralatan elektronik. Praktis resistor
dapat dibuat dari berbagai senyawa dan film, serta resistensi kawat
(kawat terbuat dari paduan Resistivitas tinggi, seperti nikel / krom).
Karakteristik utama dari sebuah resistor adalah resistensi, toleransi,
tegangan kerja maksimum dan power rating. Karakteristik lainnya meliputi
koefisien temperatur, kebisingan, dan induktansi. Kurang terkenal
adalah perlawanan kritis, nilai yang disipasi daya di bawah batas
maksimum yang diijinkan arus, dan di atas batas yang diterapkan
tegangan. Perlawanan kritis tergantung pada bahan yang merupakan
resistor dan juga dimensi fisik, melainkan ditentukan oleh desain.
Resistor dapat diintegrasikan ke dalam sirkuit hibrida dan dicetak,
serta sirkuit terpadu. Ukuran, dan posisi lead (atau terminal) yang
relevan dengan peralatan desainer; resistor harus secara fisik cukup
besar untuk tidak terlalu panas ketika menghilangkan kekuasaan mereka.

Jenis-jenis Resistor
Pada dasarnya, resistor hanya ada dua macam, yakni resistor tetap (
fixed resistor) dan resistor tidak tetap (
variable resistor).
| Resistor |
Resistor Tetap (Fixed Resistor):
1. Resistor Kawat
2. Resistor Batang Karbon
3. Resistor Keramik atau Porselin
4. Resistor Film Karbon
5. Resistor Film Metal
|
Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor):
1. Potensiometer
2. Potensiometer Geser
3. Trimpot
4. NTC dan PTC
5. LDR
|
Untuk resistor tetap, ciri - cirinya adalah nilai resistansinya tidak
dapat diubah - ubah karena pabrik pembuatnya telah menentukan nilai
tetap dari resistor tersebut. Sedangkan, untuk
variable resistor,
ciri - cirinya adalah nilai resistansinya dapat berubah-ubah, bisa jadi
dirubah dengan sengaja atau berubah sendiri karena pengaruh lingkungan.
Dengan demikian, sebagian resistor variabel dapat kita tentukan besar
resistansinya.
Macam - macam resistor tetap (fixed resistor):
| 1. Resistor Kawat |
 | Resistor
kawat adalah jenis resistor generasi pertama yang lahir pada saat
rangkaian elektronika masih menggunakan tabung hampa (vacuum tube).
Bentuknya bervariasi dan memiliki ukuran yang cukup besar. Resistor
kawat ini biasanya banyak dipergunakan dalam rangkaian power karena
memiliki resistansi yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi.
Jenis lainnya yang masih dipakai sampai sekarang adalah jenis resistor
dengan lilitan kawat yang dililitkan pada bahan keramik, kemudian
dilapisi dengan bahan semen. Rating daya yang tersedia untuk resistor
jenis ini adalah dalam ukuran 1 watt, 2 watt, 5 watt, dan 10 watt.
Ilustrasi dari resistor kawat dapat dilihat pada gambar di samping. |
| 2. Resistor Batang Karbon (Arang) |
 | Pada
awalnya, resistor ini dibuat dari bahan karbon kasar yang diberi
lilitan kawat yang kemudian diberi tanda dengan kode warna berbentuk
gelang dan pembacaannya dapat dilihat pada tabel kode warna. Jenis
resistor ini juga merupakan jenis resistor generasi awal setelah adanya
resistor kawat. Sekarang sudah jarang untuk dipakai pada rangkaian –
rangkaian elektronika. Bentuk dari resistor jenis ini dapat dilihat pada
gambar di samping. |
| 3. Resistor Keramik atau Porselin |
 | Dengan
adanya perkembangan teknologi di bidang elektronika, saat ini telah
dikembangkan jenis resistor yang terbuat dari bahan keramik atau
porselin. Kemudian, dengan perkembangan yang ada, telah dibuat jenis
resistor keramik yang dilapisi dengan kaca tipis. Jenis resistor ini
telah banyak digunakan dalam rangkaian elektronika saat ini karena
bentuk fisiknya kecil dan memiliki resistansi yang tinggi. Resistor ini
memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt.
Bentuk dari resistor ini dapat dilihat pada gambar di samping. |
| 4. Resistor Film Karbon |
 | Resistor
film karbon ini adalah resistor hasil pengembangan dari resistor batang
karbon. Sejalan dengan perkembangan teknologi, para produsen komponen
elektronika telah memunculkan jenis resistor yang dibuat dari bahan
karbon dan dilapisi dengan bahan film yang berfungsi sebagai pelindung
terhadap pengaruh luar. Nilai resistansinya dicantumkan dalam bentuk
kode warna. Resistor ini juga sudah banyak digunakan dalam berbagai
rangkaian elektronika karena bentuk fisiknya kecil dan memiliki
resistansi yang tinggi. Namun, untuk masalah ukuran fisik, resistor ini
masih kalah jika dibandingkan dengan resistor keramik. Resistor ini
memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt.
Bentuk dari resistor ini dapat dilihat pada gambar di samping. |
| 5. Resistor Film Metal |
 | Resistor
film metal dibuat dengan bentuk hampir menyerupai resistor film karbon.
Resistor tahan terhadap perubahan temperatur. Resistor ini juga
memiliki tingkat kepresisian yang tinggi karena nilai toleransi yang
tercantum pada resistor ini sangatlah kecil, biasanya sekitar 1% atau
5%. Jika dibandingkan dengan resistor film karbon, resistor film metal
ini memiliki tingkat kepresisian yang lebih tinggi dibandingkan dengan
resistor film karbon karena resistor film metal ini memiliki 5 buah
gelang warna, bahkan ada yang 6 buah gelang warna. Sedangkan, resistor
film karbon hanya memiliki 4 buah gelang warna. Resistor film metal ini
sangat cocok digunakan dalam rangkaian – rangkaian yang memerlukan
tingkat ketelitian yang tinggi, seperti alat ukur. Resistor ini memiliki
rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt. Bentuk dari
resistor ini dapat dilihat pada gambar di samping. |
Macam - macam resistor variabel (variable resistor):
| 1. Potensiometer |
 | Potensiometer
merupakan variable resistor yang paling sering digunakan. Pada umumnya,
potensiometer terbuat dari kawat atau karbon. Potensiometer yang
terbuat dari kawat merupakan potensiometer yang telah lama lahir pada
generasi pertama pada waktu rangkaian elektronika masih menggunakan
tabung hampa (vacuum tube). Potensiometer dari kawat ini memiliki bentuk
yang cukup besar, sehingga saat ini sudah jarang ada yang memakai
potensiometer seperti ini. Pada saat ini, potensiometer lebih banyak
terbuat dari bahan karbon. Ukurannya pun lebih kecil, namun dengan
resistansi yang besar. Gambar di samping adalah potensiometer yang
terbuat dari bahan karbon. Pada umumnya, perubahan resistansi pada
potensiometer terbagi menjadi 2, yakni linier dan logaritmik. Yang
dimaksud dengan perubahan secara linier adalah perubahan nilai
resistansinya sebanding dengan arah putaran pengaturnya. Sedangkan, yang
dimaksud dengan perubahan secara logaritmik adalah perubahan nilai
resistansinya berdasarkan perhitungan logaritmik. Pada umumnya,
potensiometer logaritmik memiliki perubahan resistansi yang cukup unik
karena nilai maksimal dari resistansi diperoleh ketika kita telah
melakaukan setengah kali putaran pada pengaturnya. Sedangkan, nilai
minimal diperoleh saat pengaturnya berada pada titik nol atau titik
maksimal putaran. Untuk dapat mengetahui apakah potensiometer tersebut
linier atau logaritmik, dapat dilihat huruf yang tertera di bagian
belakang badannya. Jika tertera huruf B, maka potensiometer tersebut
logaritmik. Jika huruf A, maka potensiometer linier. Pada umumnya, nilai
resistansi juga tertera pada bagian depan badannya. Nilai yang tertera
tersebut merupakan nilai resistansi maksimal dari potensiometer. |
| 2. Potensiometer Geser |
 | Potensiometer
geser merupakan kembaran dari potensiometer yang telah dibahas di atas.
Perbedaannya adalah cara mengubah nilai resistansinya. Pada
potensiometer yang telah dibahas di atas, cara mengubah nilai
resistansinya adalah dengan cara memutar gagang yang muncul keluar.
Sedangkan, untuk potensiometer geser, cara mengubah nilai resistansinya
adalah dengan cara menggeser gagang yang muncul keluar. Bentuk dari
potensiometer geser dapat dilihat pada gambar di samping. Pada umumnya,
bahan yang digunakan untuk membuat potensiometer ini adalah karbon.
Adapula yang terbuat dari kawat, namun saat ini sudah jarang digunakan
karena ukurannya yang besar. Pada potensiometer geser ini, perubahan
nilai resistansinya hanyalah perubahan secara linier. Bentuk
potensiometer geser dapat dilihat pada gambar di atas dengan komponen
yang ditengah. |
| 3. Trimpot |
 | Trimpot
adalah kependekan dari Tripotensiometer. Sifat dan karakteristik dari
trimpot tidak jauh beda dengan potensiometer. Hanya saja, trimpot ini
memiliki ukuran yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan
potensiometer. Perubahan nilai resistansinya juga dibagi menjadi 2,
yakni linier dan logaritmik. Huruf B yang tertera pada trimpot
menyatakan perubahan nilai resistansinya secara logaritmik, sedangkan
huruf A untuk perubahan secara linier. Untuk mengubah nilai
resistansinya, kita dapat memutar lubang tengah pada badan trimpot
dengan menggunakan obeng. Bentuk trimpot dapat dilihat pada gambar di
samping. |
| 4. NTC dan PTC |
 | NTC
(Negative Temperature Coefficient) dan PTC (Positive Temperature
Coefficient) merupakan resistor yang nilai resistansinya berubah jika
terjadi perubahan temperatur di sekelilingnya. Untuk NTC, nilai
resistansi akan naik jika temperatur sekelilingnya turun. Sedangkan,
nilai resistansi PTC akan naik jika temperatur sekelilingnya naik. Kedua
komponen ini sering digunakan sebagai sensor untuk mengukur suhu atau
temperatur daerah di sekelilingnya. Bentuk NTC dan PTC dapat dilihat
pada gambar di samping. |
| 5. LDR |
 | LDR
(Light Dependent Resistor) merupakan resistor yang nilai resistansinya
berubah jika terjadi perubahan intensitas cahaya di daerah
sekelilingnya. Pada prinsipnya, intensitas cahaya yang besar mampu
mendorong elektron untuk menembus batas – batas pada LDR. Dengan
demikian, nilai resistansi LDR akan naik jika intensitas cahaya yang
diterimanya sedikit atau kondisi sekelilingnya gelap. Sedangkan, nilai
resistansi LDR akan turun jika intensitas cahaya yang diterimanya banyak
atau kondisi sekelilingnya terang. LDR sering digunakan sebagai sensor
cahaya, khususnya sebagai sensor cahaya yang digunakan pada lampu taman.
Bentuk LDR dapat dilihat pada gambar di atas. |
Kapasitor adalah
komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan
electron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Kapasitor berbeda
dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutama tidak terjadi
perubahan kimia pada bahan kapasitor, besarnya kapasitansi dari sebuah
kapasitor dinyatakan dalam farad. Pengertian lain Kapasitor adalah
komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik.
Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang
dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum
dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas, elektrolit dan lain-lain.
Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan
positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan
pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal
yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup
negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup
positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif.
Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada
ujung-ujung kakinya. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada
kapasitor disebuat dengan kapasitansi atau kapasitas.
Prinsip Dasar Kapasitor,definisi kapasitor,struktur kapasitor,kapasitas
kapasitor,kapasitansi kapasitor,formula kapasitor,teori
kapasitor,pengertian kapasitor,rumus muatan kapasitor,satuan
kapasitor,rumus kapasitor,konstanta dielektrik,bahan dielektrik,susunan
kapasitor
Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk
dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1
coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat
postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1
farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1
coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :
Q = CV
Dimana :
Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
C = nilai kapasitansi dalam F (farads)
V = besar tegangan dalam V (volt)
Read more at:
http://elektronika-dasar.com/teori-elektronika/definisi-kapasitor/
Copyright © Elektronika Dasar
Kapasitor adalah
komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan
electron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Kapasitor berbeda
dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutama tidak terjadi
perubahan kimia pada bahan kapasitor, besarnya kapasitansi dari sebuah
kapasitor dinyatakan dalam farad. Pengertian lain Kapasitor adalah
komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik.
Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang
dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum
dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas, elektrolit dan lain-lain.
Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan
positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan
pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal
yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup
negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup
positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif.
Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada
ujung-ujung kakinya. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada
kapasitor disebuat dengan kapasitansi atau kapasitas.
Prinsip Dasar Kapasitor,definisi kapasitor,struktur kapasitor,kapasitas
kapasitor,kapasitansi kapasitor,formula kapasitor,teori
kapasitor,pengertian kapasitor,rumus muatan kapasitor,satuan
kapasitor,rumus kapasitor,konstanta dielektrik,bahan dielektrik,susunan
kapasitor
Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk
dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1
coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat
postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1
farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1
coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :
Q = CV
Dimana :
Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
C = nilai kapasitansi dalam F (farads)
V = besar tegangan dalam V (volt)
Read more at:
http://elektronika-dasar.com/teori-elektronika/definisi-kapasitor/
Copyright © Elektronika Dasar
Kapasitor adalah
komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan
electron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Kapasitor berbeda
dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutama tidak terjadi
perubahan kimia pada bahan kapasitor, besarnya kapasitansi dari sebuah
kapasitor dinyatakan dalam farad. Pengertian lain Kapasitor adalah
komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik.
Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang
dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum
dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas, elektrolit dan lain-lain.
Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan
positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan
pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal
yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup
negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup
positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif.
Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada
ujung-ujung kakinya. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada
kapasitor disebuat dengan kapasitansi atau kapasitas.
Prinsip Dasar Kapasitor,definisi kapasitor,struktur kapasitor,kapasitas
kapasitor,kapasitansi kapasitor,formula kapasitor,teori
kapasitor,pengertian kapasitor,rumus muatan kapasitor,satuan
kapasitor,rumus kapasitor,konstanta dielektrik,bahan dielektrik,susunan
kapasitor
Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk
dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1
coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat
postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1
farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1
coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :
Q = CV
Dimana :
Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
C = nilai kapasitansi dalam F (farads)
V = besar tegangan dalam V (volt)
Read more at:
http://elektronika-dasar.com/teori-elektronika/definisi-kapasitor/
Copyright © Elektronika Dasar
Pengertian Kapasitor
adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan muatan
listrik yang terdiri dari dua konduktor dan di pisahkan oleh bahan
penyekat (bahan dielektrik) tiap konduktor di sebut keping. Kapasitor
atau yang sering disebut kondensator merupakan komponen listrik yang
dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan listrik.
Prinsip sebuah kapasitor pada umumnya sama galnya dengan Resistor yang juga termasuk dalam kelompok
Komponen Pasif Komponen Elektronika Dasar, yaitu
jenis komponen yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar. Kapasitor
terdiri atas dua konduktor (lempeng logam) yang dipisahkan oleh bahan
penyekat (isolator). Isolator penyekat ini sering disebut sebagai bahan
(zat) dielektrik.
Di bawah ini, gambar dan bentuk dari komponen kapasitor


Zat dielektrik yang digunakan untuk menyekat kedua penghantar komponen tersebut dapat digunakan untuk membedakan jenis kapasitor.
Beberapa pengertian kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik antara
lain berupa kertas, mika, plastik cairan dan lain sebagainya.
Kegunaan kapasitor dalam rangkaian elektronika Rangkaian Tachometer
sangat di perlukan terutama untuk mencegah loncatan bunga api listrik
pada rangkaian yang mengandung kumparan, menyimpan muatan atau energi
listrik dalam rangkaian, memilih panjang gelombang pada radio penerima
dan sebagai filter dalam catu daya (power supply).
Fungsi Kapasitor adalah sebagai penyimpan arus/ tegangan listrikRangkaian Hambatan Listrik. Untuk arus DC kapasitor berfungsi sebagai isulator/penahan arus listrik, sedangkan untuk arus AC Kapasitor berfungsi sebagai konduktor/melewatkan arus listrik.
Dalam penerapannya kapasitor digunakan sebagai filter/penyaring, perata
tegangan DC yang di gunakan untuk mengubah tengangan AC ke DC,pembangkit
gelombang ac atau oscilator dan sebagainya.
Di antara artikel tentang
pengertian kapasitor, anda juga bisa melihat artikel tentang jenis kapasitor.
Jenis kapasitor
sendiri terbagi atas berbagai macam, di antarannya adalah Menurut
Polaritasnya, Bahan Pembuatannya dan Ketetapan Nilainya. Selain memiliki
jenis, bentuk kapasitor juga berbagai macam sepertikapasitor kertas
(besar kapasitas 0,1 F), kapasitor elektrolit (besar kapasitas 105 pF),
kapasitor variabel (besar kapasitas bisa di ubah-ubah hingga maksimum
500 pF.
Beberapa jenis kapasitor menurut bahan dielektiknya antara lain
Kegunaan Kapasitor
Kegunaan kapasitor dalam berbagai rangkaian listrik adalah:
- mencegah loncatan bunga api listrik pada rangkaian yang
mengandung kumparan, bila tiba-tiba arus listrik diputuskan dan
dinyalakan
- menyimpan muatan atau energi listrik dalam rangkaian penyala elektronik
- memilih panjang gelombang pada radio penerima
- sebagai filter dalam catu daya (power supply)
Bentuk kapasitor
- kapasitor kertas (besar kapasitas 0,1 F)
- kapasitor elektrolit (besar kapasitas 105 pF)
- kapasitor variabel (besar kapasitas bisa di ubah-ubah dengan nilai kapasitas maksimum 500 pF)
Macam-Macam Kapasitor
Jenis Kapasitor Berdasarkan Polaritasnya
Kapasitor Nonpolaritas
Kapasitor ini tidak mempunyai kaki positif dan negatif sehingga cara
pemasangan pada rangkaian elektronika boleh bolak-balik. Yang termasuk
kapasitor ini adalah kapasitor mika, kapasitor keramik,kapasitor kertas,
dan kapasitor milar. |  |  |
Kapasitor Polaritas
Kapasitor ini mempunyai kaki positif dan negatif, sehingga cara pemasangan pada rangkaian elektronika tidak boleh terbalik. |  |  |
Variabel Condensator ( Varco )
Kondensator ini dapat diatur dengan cara memutar rotor (as) yang ada pada badan komponen. |  |  |
Kondensator Trimer
Kondensator ini dapat diatur dengan cara memutar rotor (as) yang ada pada badan komponen, tetapi harus mengunakan obeng. |  |
 |
Kapasitor Berdasarkan Bahan Penyekat Konduktor ( Dielektrikum )
| Kapasitor Keramik |  |
| Kapasitor Tantalum |  |
| Kapasitor Inti udara |  |
| Kapasiitor Elektrolit |  |
| Kapasitor Kertas |  |
| Kapasitor Mika / Milar |  |
| Kapasitor Polyester |  |
Tipe Kapasitor berdasarkan Dielektrikum
| 1. | Variabel Condensator ( varco )
Kondensator ini dipakai untuk tuning atau mencari gelombang
radio. Jenis ini mempunyai udara sebagai dielektrikum.Kapasitor
variabel mempunyai pelat-pelat yang stasioner (stator) dan pelat-pelat
yang digerakkan (rotor ), biasanya terbuat dari alumunium. Dengan
memutar tombol, luas plat yang berhadapan dapat diatur sehingga
kapasitas kapasitor dapat diubah-obah. Dengan mengubah kapasitor
frekuensi dapat distel. |
| 2. | Kapasitor Keramik
Kapasitor ini menpunyai dielektrikum keramik. Kapasitor ini mempunyai
oksida logam dan dielektrikumnya terdiri atas campuran titanium-oksida
dan oksida lain. Kekuatan dielektrikumnya tinggi dan mempunyai kapasitas
besar sekali dalam ukuran kecil. |
| 3. | Kapasitor Kertas
Kapasitor ini mempunyai dielektrikum kertas dengan lapisan kertas
setebal 0,05-0,02 mm antara dua lembar kertas alumunium.Kertasnya
diresapi dengan minyak mineral untuk memperbesar kapasitas dan kekuatan
dielektrikumnya. |
| 4. | Kapasitor Mika
Kapasitor ini mempunyai elektroida logam dan lapisan dielektrikum dari
polysteryne mylar dan teflon setebal 0,0064 mm. Digunakan untuk koreksi
faktor daya. Seperti uji visi nuklir |
| 5. | Electrolit Condensator( Elco )
Kapasitor ini mempunyai dielektrik oksida alumunium dan sebuah
elektrolit sebagai elektroda negatif. Elektroda postif terbuat dari
logam seperti alumunium dan tantalum tetapi sebuah elektroda negatif
terbuat dari elektrolit. Tebal lapisan oksidanya adalah 0,0001. Dalam
rangkaian elektronika sebagai perata denyut arus listrik.
Satuan Resistor dan cara penulisannya
- 1R = 1 Ohm
- R33 = 0,33 Ohm
- 2R2 = 2,2 Ohm
- 1K = 1 Kilo Ohm (1.000 Ohm)
- 1,5K = 1,5 Kilo Ohm (1.500 Ohm)
- 1M = 1 Mega Ohm (1.000 K Ohm atau 1.000.000 Ohm)
- 4K7 = 4,7 Kilo Ohm (4.700 Ohm)
- 4M7 = 4,7 Mega Ohm
Simbol Resistor
Bentuk fisik Resistor
Kode Warna Resistor
Untuk mengetahui nilai resistor (Ohm) digunakan alat ukur Ohm Meter atau dengan cara melihat gelang-gelang warna (strips)
pada fisik resistor yang umumnya terdiri dari 4 atau 5 warna. Nilai
resistansi untuk daya besar pada umumnya tidak ditentukan dengan gelang
warna tetapi dengan notasi yang ditulis langsung pada fisik resistor.
Warna-warna gelang resistor secara berurutan
- Hitam
- Coklat
- Merah
- Orange
- Kuning
- Hijau
- Biru
- Ungu
- Abu
- Putih
- Emas
- Perak
Penjelasan
- Resistor 4 warna
Warna kesatu dan kedua adalah nilai, warna ketiga adalah faktor pengali,
warna keempat adalah toleransi (emas ± 5% dan perak ±10%)
- Resitor 5 warna
Warna kesatu, kedua, dan ketiga adalah nilai, warna keempat adalah
faktor pengali, warna kelima adalah toleransi (coklat ± 1%; merah ± 2%;
hijau ± 0,5%; biru ± 0,25; ungu ± 0,1%; abu 0,05%; emas ± 5%; perak
±10%)
|